Friday, March 11, 2005

sepi


sepi
Originally uploaded by Asril Wardani.

sudah lama banget ga' nulis blog ini. Kadang-kadang mikir sendiri, hal apa yang pengen dishare. Rupanya penyakit budaya procrastinate atau menunda-nunda pekerjaan (seperti yg dibilang mas Zul)tengah melanda saya. Entahlah ini mungkin pengaruh kejenuhan yang belakangan hari ini terus saja terjadi di kantor.

Apa ya solusinya? Mungkin sekedar cari refreshing ke tempat-tempat yang bikin saya agak tenang bisa membantu. Jum'at kemaren kebetulan hari Nyepi..dan itu artinya saya bisa meluangkan waktu untuk sedikit rileks dan santai. Seharian saya berada di rumah, justru sangat ga' mengenakkan. Makanya saya putuskan untuk cari tempat dimana saya bisa bercengkrama dengan siapa saja. Baik yang saya kenal maupun tidak....

Mestinya banyak hal yang bisa saya ciptakan untuk membuat manja diri ini. Tapi semangat untuk itu kendur ketika saya melihat banyak sekali tempat tongkrongan yang ga' berfungsi di Palembang. Akhirnya saya coba datangi salah satu tepian sungai musi. Tepatnya didaerah Jl. KiGede Ing Suro. Sebuah kawasan tua tepat dipusat kota dan sangat tidak teratur kawasan itu dengan banyaknya bangunan tua yang jauh dari kesan terawat.

Saya merasakan kesepian yang teramat sangat. Butuh temen yang bisa memberikan suatu pengalaman yang bagus dan bisa dikenang. Paling ga' bisa membunuh rasa jenuh yang saat ini pusing saya mengalaminya...Kadangkala memang kesepian menjadi suatu hal yang ngga' bisa kita tolak..tergantung kita bagaimana caranya untuk membunuh rasa sepi itu...seperti saya yang saat ini tengah menikmati hembusan angin di sebuah tepian sungai musi yang jauh dari keramaian...

Dari sana saya coba melihat jembatan Ampera dari kejauhan..ditemani oleh sedikit suara anak-anak kecil yang tengah mandi di sebuah tongkang kayu yang hampir lapuk..dan juga suara khas perahu ketek..saya berdiri dan terdiam disana sampai beberapa saat. Menikmati hempasan angin dan akhirnya saya pun harus menuntaskan semua ini saat Azan Ashar tedengar dari seberang sungai..suara itu indah sekali terdengar.

Selepas sholat disebuah masjid kecil masih dikawasan yang sama bersama tiga orang jamaah yang kesemuanya sudah dimakan umur. Saya pun meneruskan perjalanan menyusuri kawasan ini. Terasa sekali, aroma budaya post modernisme ditengah kultur urbanisasi yang saat ini melanda kawasan kota. Suara-suara musik yang keras dari setiap bilik rumah yang rapat, dan juga kultur tradisional dengan aksen yang sulit saya mengerti.

Saya pun akhirnya harus menuntaskan semuanya dan saya merasakan suasana kota sore ini begitu lengang. Jalan-jalan yang biasanya sangat ramai, terlihat hanya beberapa kendaraan dan opelet yang masih berusaha mencari calon penumpang. Kemungkinan besar saat ini para remaja di kota yang berpenduduk hampir 2 juta tengah asyik menonotn konser Peterpan. Salah satu grup band idola Indonesia yang tengah meroket karirnya.

Maunya tadi pagi saya kepengen juga ikut nonton. Kebetulan Dodi yang sejak semalem ngontak terus untuk pergi nemenin dia. Tapi bawaan males akhirnya harus diputuskan untuk ga' ikut. Walaupun berat juga ngeliat Sahabat saya itu kecewa saat saya telpon dia sekitar jam 10 pagi. Tapi sudahlah toh akhirnya dia mendapat temen lain untuk sekedar melihat Ariel CS bernyanyi...

Ga' ada tujuan lain akhirnya setelah berkeliling kota...coba-coba untuk ke Cineplex..wah ini yang kesekian kali saya berada di Gedung Bioskop yang cukup Representative buat menyaksikan film-film yang saya suka. Kebetulan ada film baru produksi lokal bertajuk "Banyu Biru" yang diperankan Tora Sudiro...Mudah-mudahan menghibur dalam hati saya berharap.

Selama awal pertunjukan saya sangat menikmati kisah retorik yang dipaparkan oleh pemeran utamanya si Banyu..namun kecendrungan untuk cepet bosan akhirnya bener-bener melanda..saya kurang begitu suka saat klimaks film ini. Terkesan sangat datar dan kurang greget.Walaupun saya akui sangat suka dengan tema yang disajikan mengenai konflik komunikasi Ayah dan Anak sehingga ada range waktu yang membuat mereka akhirnya memutuskan untuk bertemu. Namun tema solusi ga' ada pada akhirnya... Ya itulah masalah film kita yang baru mulai berekspresi kembali..

Pulangnya saya merasa kesepian lagi..ga' ada temen yang bisa saya ajak kompromi. Ya..paling ga' sekedar saring pengalaman atau cerita apa saja...kemana ya..mending tidur aja dah..sembari berharap besok pagi ada hal baru yang bisa saya lakukan.

1 comment:

NOWHERE MAN said...
This comment has been removed by a blog administrator.