Sunday, December 18, 2005

my Best Friend

When I heard anyone telling me about their best friend,
I would feel “Oh I wish I had a friend like that!”
The fact is I had many friends. They were countless. Whomever I met, I called my friend, but I never had any best friend in my life. I saw my mother, my sisters, my brothers, my cousins, my classmates, etc., talking about their friends and about the strength in their bond of friendship.

Many times I heard them say to each other “We have been through a lot together, we shared good times and bad times, laughter and tears, and no matter what, we were there for each other.” These words made me yearn to have a best friend. I realized best friends are a blessing from Allah Most High, and no matter what we do we cannot earn best friends unless Allah wills.

A year back I was too silly that I used to have an imaginary friend who I always shared my feelings with and made everybody believe that this friend was real. My imaginary friend was my best friend who was with me during times of joy and hardship.

Sometimes I would not have control over my loneliness and they would flow over my face and drench my heart. I wondered why. I then realized it was because I lacked something precious in life—A BEST FRIEND! No imaginary friend can replace a real friend. I became desperate and wondered, “Am I so cruel that nobody wants to be close to me even if I try to be close to them?” I sunk deep inside but never showed my emotions and pretended I didn’t give way to my emotions.

I hate so much when I was alone! One day when I was needing for a friend, suddenly a shiver of fear ran up my body.
I wondered why. Then I felt a voice inside me saying, “Stop! … Stop this nonsense! … How can you cry? And why are you crying? … Don’t you know Allah is the Wali (Protector) of the believer? … Are you a believer? … If so, then stop! And talk to your best friend!”

(Allah is The Wali of those who believe and takes them from darkness into light.) (Al-Baqarah 2:257)

SubhanAllah!(Glory be to Allah!)
He, Allah, my Protector and friend, had been there with me even before I was born. He is there for me at all times. He would never abandon me. His word (Qur’an) is a source of encouragement and hope, and a counsel for me. He is the best of all best friends anybody can have!

And I know my Best Friend will surround me with many more companions in the Hereafter. I will ask Allah to surround me with friends like Ali (may Allah be pleased with her) bin Abi Thalib, one of the noblest men in the entire world because I read his story and was so impressed and touched by his wonderful noble qualities!

Now will I say, “Oh, I yearn for a best friend!”?
No! I will try my best to work according to the way my Best Friend advised and insya’ Allah I will get to see my other friends like Ali in the Hereafter!

Tuesday, November 29, 2005

Baru bertemu kembali dengan Aan


Ada waktu bagi gw untuk ketemu dgn temen lama. Mungkin ini kesempatan yang bagus setelah sekian tahun kita nggak pernah ada komunikasi sama sekali. Gw berfikir lagi..kira-kira sebaiknya ditelepon dulu untuk memberi kabar padanya atau langsung saja bertandang ke rumahnya memberi surprise?..Nggak lama setelah itu handphone gw berbunyi..Alamak!!!Ternyata orang yang ingin gw satroni menelepon...

Ini tentunya kejutan tak terduga buat gw. Bayangkan selama gw di Jakarta, belum pernah sekalipun ada niat utk menelponnya. Gw cuma nggak kepengen menganggu? That's my reason.weleh-weleh akhirnya gw sambut panggilannya. Seneng banget..bisa dapat kesempatan ngobrol bareng begitu katanya.Sudah hampir sekian tahun baru hari ini dia menelepon gw...bukannya gw nggak mau menelepon sahabat yang senantiasa tersenyum itu. Tapi ini sepenuhnya kesalahan dia yang senantiasa gonta-ganti nomor handphone. Jadi bawaan males banget buat nyimpen nomor barunya beberapa tahun yang lalu..ya..dan waktupun berlalu sekian tahun dan sumpah gw nggak pernah tahu keadaannya.Begitupun dia sebaliknya....

Bahkan gw kadangkala berfikir.Sahabat itu bisa datang dan pergi semaunya..dan kita nggak pernah tahu kapan dia akan bersama dan meninggalkan kita?....

Yap...gw dan Aan memang sudah lama banget berteman. Sayangnya dia dipindahkan ke Jakarta dan pertemuan terakhir gw dengan dia di Terminal Karya Jaya saat keberangkatannya. Itupun tiga tahun yang lalu..setelah itu komunikasi kami terbatas hanya melalui telepon...sampai akhirnya dia bergonta-ganti nomor dan loss contact yang cukup lama.....

Sungguh tiga hari di Jakarta pun bukan hal yang mudah buat kami untuk saling bertemu. Ada saja hal-hal kecil yang menganggu. Kalau bukan dari gw biasanya dari dia he..he.....Bahkan gw ujung-ujungnya males banget untuk janjian ketemu. Percuma!!!!!

Misalnya saat tahu pertama kali tempat kos-annya yang deket banget dengan rumah Abang gw di Utan Kayu. Gw malah nggak interest untuk langsung menengoknya..malahan berfikir kenapa harus gw?Dia donk..yang seharusnya kemari. Bukankah dia udah lama tinggal di Jakarta?Sehingga beberapa kali call & sms gw nggak pernah dia bales. Menjengkelkan banget!!!Keputusan akhirnya gw males banget untuk menganggap dia sebagai sahabat...mungkin temen lama yang pernah bersama-sama melakukan hal gokil.

Ah..ternyata sebagian praduga itu ternyata salah!!!Minggu siang Lepas Zuhur di Al-manar..gw bergegas utk segera berkemas menuju bandara. Jam 3 sore ini gw balik ke Palembang, dan gw nggak mau telat ke Cengkareng.Saat mau keluar meninggalkan rumah..handphone gw berbunyi. Aan kembali menelepon. Awalnya gw cuekin males menjawabnya!!!Eh..kali kedua berbunyi lagi..lama banget.Karena ngeselin gw langsung jawab ketus. Ah..dia memang sahabat gw!!!Langsung setelah meminta maaf kalo selama ini handphone-nya ditinggal di kos-an. Otomatis dia nggak tahu kalo ada yang call atau bales sms.Yang membuat dia melakukan itu karena harus menemani Ayahnya yang sedang operasi di RS Gatot Subroto.

Ah ternyata gw cenderung nggak pernah tahu kondisi dia dan selalu membuat praduga yang enggak-enggak!Dia pun terlihat menyesal baru kali ini berkesempatan untuk bertemu. Persis banget kejadiannya saat gw mengantar dia pergi ke Jakarta dan Aan pun sebaliknya saat gw balik ke Palembang......Dia terlihat gusar saat gw menolak tawarannya untuk mengantar.....ada alasan buat gw untuk nggak mementingkan urusan pribadi......Goodbye My Fren...

Saturday, November 19, 2005

a sin

kadang kita sulit untuk menolak sebuah maksiat

...dan kita tahu itu "BERDOSA"....

Tapi kenapa, kita mencari tahu untuk melakukannya,

KETIMBANG untuk menolaknya.......???

dan Hal itu senantiasa MEMBELENGGU pikiran kita

adakah cara agar kita mejadi a wise man:) .....

Lantas...Setelah TAHU untuk melakukannya...kita pun masih Nelangsa

untuk mencari tahu sumber lain yang lebih dari apa yang kita lakukan...
(Pengakuan atas sebuah dosa yang memalukan terjadi pada dunia 19/11; 10.35 pm)

Wednesday, November 02, 2005

ramadhan and me

The hustle and bustle of life passes daily, like lightning. Where has all the time gone? The last so many years of life that I passed thinking that significance lay ahead of me in time. How many times I simply forgot that each day molds me, contributing to my destiny. But heedless, I live, eat, sleep and work always planning for tomorrow, forgetting the moment at hand.
Once again the time has passed. A whole year since last Ramadan. Each separate day swirling into a mass of time, something past and lost forever. Now at my doorstep lies Ramadan. A chance for renewal.
Rising early when all is quiet, we eat and prepare ourselves for the day ahead. This day, today. Concentrating on the tasks at hand. Conscious that every good done in this month, will carry a reward which only Allah the Almighty knows, Who in His infinite Mercy, rewards us so bounteously for the seemingly little things we try to do. From the silence of night, the Athan (call to prayer) is called. Beautiful notes of praise are carried on the night air and fill our home with peace. We sit quietly and answer the athan, remembering that prayer is the way to success.
I spend my time in reading the Qur'an, both in Arabic and English, soaking in the meaning of verses I hadn't read for some time. Verses read many times take on new and more deeply significant meanings as I affix my life to the path of Allah the Most Great. Trying to undo bad habits that I have formed. Trying to silence the tongue that so easily breaks ties and wounds hearts. Trying to make my every footstep bring me closer to the Creator and His Mercy.
As the day wears on hunger strikes but the pervading feeling of peace stirs the soul to patience. Eyes that are more open than usual see the poor and how they suffer daily due to hunger, which I now experience. Unlike the poor, for us hunger is something we can usually control. If we feel hungry , we simply eat. But in Ramadan, we must wait until the time of sunset. Here's a chance to experience the feeling of those who live in weakness every day. Giving in charity in Ramadan is rewarded more than at other times. And at this time, in a state of hunger, it becomes easier to give and free another human being of deprivation.
Ramadan is a month of struggle. Getting up earlier than usual, continuing to work even though hungry, reading and studying Qur'an and doing extra worship in the evenings and sometimes late in the night, when Allah is even closer to us.
Sometimes friends visit and we break the fast together, but our talk is not so much of this worldly life but of Islam and how we must improve ourselves and our families. We pray together, with the one who knows the most Qur'an to be the leader of the prayer. There is no pride, no conceit, no malice between us. Problems are solved by referring back to Qur'an and the sayings of the Prophet (peace be upon him). Even the children voluntarily join with us, standing in prayer. A feeling of peace pervades.
Then the last ten days come. This is the time of the greatest struggle. Not only a struggle of the physical body to bear changed sleeping and eating patterns but a struggle in the soul. No harsh words should be spoken, no anger and no hurt. The individual seeks closeness to the Creator and seeks forgiveness of sins.
One of the nights during the last ten days in exceedingly special. No one, but Allah knows which night it will be that is called 'Lailat ul Qadr'. The one who sincerely prays and worships in this night will be forgiven all their sins and their prayers will be answered. So everyone seeks extra worship during the nights of the last ten days. Only after the end of the night, at dawn, does nature itself disclose the identity of the night that just passed.
For me, Ramadan is a time of spiritual renewal. As always, the body and the spirit are inter-related, one cannot advance without the other's effort. So fasting, constraining one's desires and giving, come together at a time when quiet reading of Qur'an and reflection on life pervades one's daily activities. Too soon, life will roll on, as Ramadan passes. But one never knows, if one's life will continue to see the next year. Every morning we awake and find another day before us, another chance to live and cover the evils of our lives with goodness, we should feel surprised and grateful, keeping in mind that we may not live to see the night

Saturday, October 15, 2005

We Have Today

Sometimes I think when I'm alone how life can change so fast,
We realize so many times that nothing ever lasts.
When we are young it seems as if the world will never change,
The world just keeps on spinning and our lives don't rearrange.

When I was just a teenager my whole life was ahead,
Having fun and living life with nothing yet to dread.
Yes, I had some problems but I never dwelt on sorrow,
I knew then that everything would work out by tomorrow.

Then I reached my twenties and I felt that I was grown,
I could handle anything in my direction thrown.
I had my life ahead of me and nothing in my way,
I was so enjoying life in work and also play.

Then I reached my adults and my outlook changed again,
Now the world was not so carefree as it once had been.
New responsibilities became a part of life,
Caring for a job now my career and my future life.
Then a new horizon loomed as when I reached middle age next in future,
I then paid more attention to the headlines on the page.
I was so much more aware of worldly n

Friday, September 30, 2005

Ramadan is coming

Ramadan is here,
Here is Ramadan.
Ramadan is coming,
The time that is blessed.

Ramadan is coming,
The time we love best.
The month in which the Qur'an was sent;
A time of great blessing in which to repent.
Fasting for Allah is a great Muslim deed;
Controlling desires and Suppressing greed.

Ramadan is coming,
Increase your Iman.

Ramadan is coming,
Recite the Qur'an.
Taking "Suhur" in the dead of the Night;
No eating no drinking during the daylight.
Refrain from bad deeds and repent your soul;
The pleasure of Allah is our only goal.

Ramadan is coming,
so let us prepare.
Ramadan is coming;
there is peace everywhere,
Even if there is hunger,
remember your Lord And wait until 'Iftar' to earn your reward.
Fasting is one of the gifts of AllahGiven to believers to increase 'Taqwa'.

Ramadan is here, here is Ramadan.
Ramadan is coming, so seek the new Moon.
Ramadan is coming, it will be here soon.
We pray to Allah to put right our hearts;
Ask for forgiveness from Allah and make a new start.
Raising our hands we ask for his 'Rahmat';

Saturday, September 17, 2005

about my chummy "BOCAH EDAN"

adakalanya kesendirian memang membuat kita jadi lebih mengerti tentang apa yang akan dan harus kita lakukan..tapi coba deh kalau seandainya juga kita mampu mengatasi kesendirian dengan berbagi bersama orang-orang yang mengerti tentang keberadaan kita...

secara emosional kita mampu mengendalikan rasio berfikir kita yang cenderung egois jika kita mampu mengkomunikasikan sesuatu ide atau hal konyol lainnya bareng seseorang...terlebih sahabat sejati..cie....lagunya...SEJATI kalie....

Dan gw mengalami namanya chummy syndrome istilah yang gw buat untuk sahabat yang senantiasa hadir disaat-saat gw ga' memerlukannya..he..he..Nggak ding! Gw baru ngerasa kehilangan banget saat gw ngerasa dicuekin dan dia nggak ngambil pusing tentang urusan yang gw lakuin...bertolak belakang banget sama sifat dia yang super duper 'care'..dia sohib sejati gw..dan gw berharap banget dia akan tetep selamanya jadi sahabat gw...iyalah!!!!Sahabat sejati nggak pernah mati Bung! Catat!!

Namanya "Jafar", Nama laen yang gw kasih ke dia yaitu "BOCAH EDAN". Anaknya GoKiL H@bIs... ada aja yang bisa bikin gw KeUtaawWwaaaaa Sampe nggak ketulungan...RuaAaAmmmMMMmmeeeee....banget anaknya..tapi sifat yang paling gw suka dari Bocah edan adalah kemauan dia untuk menolong yang sangat tinggi..sampe dia ngelupain hal-hal yang bersifat pribadi demi temennya....

Gw sendiri nggak peduli dengan kebiasaan buruk dia yang suka ngelupain ibadah..tapi itu bukan berarti dia nggak mau..cuma karena kebiasaan. Gw yakin 100% tinggal menunggu waktu, dia bakal berubah total jadi lebih baek dan shaleh....karena emang dia beda dan unik.

Walaupun GaUUUULLLL habiz..tapi tetep aja si Bocah Edan nggak terjebak dengan hiruk pikuk dunia yang menjebak...Selamat Menjaga diri Kawan...!!!

Friday, June 24, 2005

Dicuekin..emang enak??

Ada yang salah mungkin?kira-kira begitu pertanyaan yang pengen terlontar saat Mail, agak enggan bertemu. Kaget, tentu saja!Sudah lama banget gw ga' ketemu dengannya. Dan kali ini, selepas sholat Jum'at di Masjid Agung. Secara ga' sengaja, gw ngeliat dia sedang jajan di salah satu warung pempek. Tentu saja, kesempatan untuk Sekedar say hello, berbasa-basi dengannya ga' pengen dilewatkan. Gimana kondisi dia selama ini...tapi sikapnya jauh banget dengan apa yang kita harapkan. Cuek banget, ga' ada respek sama sekali bahkan membalikkan badan pun rasanya juga enggak. Kenapa ya, ada yang salahkah dengan gw?Terus terang gw ngerasa dizalimi. Ah enggak juga..gw malah berfikir apa yang membuat dia begitu...gw pengen tanya tapi kok dicuekin. Nggak enak banget khan?Gw jadi bingung dan salting, apalagi dia bareng temennya. Gw cuma nanya, "Dimana loe sekarang tinggal?" Eh dia malah tersenyum aja tanpa bicara dan Akhirnya tanpa pamit setelah dia tersenyum paksa tanpa jawaban..ngabur. Dan dia masih tetap dengan posisi membelakangi gw..Allah ampuni sikap sahabat hamba itu Ya..Allah. Sungguh hamba merasa sedih dengannya..biarlah tokh banyak hal baik yang sudah kami lakukan bersama. Dan dia masih gw anggap sahabat..apapun alasannya gw pengen tahu kenapa dia jadi begitu?....ah bingung...

--memang kadangkala kita mendapatkan sesuatu yang jauh dari apa yang kita harapkan. sekalipun kenyataannya kita mampu mendapatkan lebih dari yang kita kira--

Gw cuma tersenyum aja dengan sikap Mail...mungkin momennya kurang pas kali?Ah biarlah.....

Thursday, June 23, 2005

horny

Tiga hari gw pergi mengelilingi kota-kota yang ada di Sumsel. Capek banget..ditambah dengan kondisi badan yang ga' enak banget. Bawaan meriang mungkin? Tapi gw ga' pasti..Gw cuma kepengen tidur. Tenang rasanya...membayangkan kasur empuk dengan bantal guling.

Semalem jam dua dinihari gw nyampe ke kota yg gw cintai. Asli tempat tidur jadi sasaran utama. Berangkat kerja tadi agak siangan...tokh ga' ada yang protes. Nyesel juga...coba lebih lambat lagi. Lagian kerjaan dikantor juga ga' terlalu banyak. Kepengen cepet sore..langsung ngaciir..dan sekarang gw lagi bingung mo' cerita apa ttg perjalanan gw kemaren. Mungkin besok gw bakal cerita lebih banyak..sekarang gw lagi horny...

Friday, June 17, 2005

Bingung tenan

...qwerty... tema ini pernah gw tulis sebelumnya. Tapi bukan mslh itu yg pgn gw tls..asli, skrg gw kesulitan utk menemukan tema apa..tuts-tuts didepan kompie selalu maksa gw untuk mencurahkan ide..tapi gw kesulitan dan bingung tenan....antara ide, gagasan, imajinasi kadang-kadang selalu memaksa untuk menyempil di blog ini tapi gw ga' bisa.....asal aja..pengennya nulis sesuatu yang fun. Tapi ruh itu ga' gw dapetin..nelangsa banget.

Abang gw barusan aja nelpon..dia ngerasa bosen dengan job yg sudah delapan tahun lebih dijalanin. Ga' ada tantangannya, begitu katanya. Kepengen ngundurin diri dan pensiun dini.Dia minta saran gw, dan gw bilang jangan gegabah! Iyalah..hal biasa banget kan dalam dunia kerja. Mungkin selama ini abang gw terjebak dalam rutinitas tanpa ada ekspresi kebebasan yang ga' lazim. gw selalu bilang ke dia, sesekali ga' papa toh kalo kita breaking the rules. Buat sensasi aja, dan ada nilai kepuasan yang ga' layak tapi kita menikmatinya. Tapi abang gw selalu bilang, dia bukan tipe yang bisa memberontak. Dia ngaku kalo dia selalu nurut dengan situasi dan itu yang akhirnya membawa dia ke dalam kejenuhan yang sudah dalam tahap kritis. Refreshing lah bang,..Tapi kemana Dan? Begitu saran gw dibalikin lagi..iya..dia udah melanglang kemana-mana di nusantara ini. Tapi itukan urusan kerja..gimana dengan pemanjaan diri tanpa ikatan...lagi-lagi gw saranin dia untuk nyeleneh..asalkan tetap syar'I Bo!!!

Tapi itu cerita ttg abang gw yang udah lama banget jarang balik kecuali dua hari setiap tahun di saat lebaran doank. Cerita lain..semalem ge satroni rmh sohib gw..olis..tambah rame rumahnya. Sejak dua bulan lalu rumah dinas milik abangnya sudah dihuni. Otomatis, dia jadi ga' ngerasa kesepian. Lah iyalah, kan ada keponakan laki-laki yang masih balita gitchu. Ga' ada yang berubah kecuali jaket yg selama ini dia banggakan udah mulai robek...katanya bekas keserempet...a little accident..tapi masih tetep aja dipake....

Apalgi ya...gw bingung mo ngapain sekarang. Banyak hal yang mestinya jadi stimulus buat gw dalam berkerja. Tapi gw sadar..untuk hasil yang sempurna dan kita kepengen banget untuk itu..butuh waktu dan mesti sabar-sabar. Ada nilai transedental yang mesti kita hubungin ke dalam situasi yang terjadi.Nanti gw ceritain dah......sekarang gw kepengen diem dulu..ngapain ya?

Kekuatan Pagi

....triit..triit..triit....bunyi weker pagi yang ngeselin. Pengen dimatiin aja..tapi ga' tega! Soalnya siapa lagi yang bisa bangunin di waktu shubuh kalo bukan si kecil yang nyaring bunyinya itu. Cuma kok bunyinya jelek banget....tapi sampe sekarang masih sulit untuk menggantikan nada weker itu. Takut ga' biasa...ada sih nada yang bagus suara melodi air gitu..jernih banget dan adem.Trus gw mikir Kalo itu yang disetel, nantinya malah tambah zz..zzz...zzzz...ga' bangun-bangun. Ah biarin dah!!

Rutinitas pagi gw..sengaja dimulai jauh sebelum ayam jago nongolin suara khasnya. Biar terasa syahdu aja..udah biasa sih. Mau ga' mau..gw biasanya langsung nyeduh air panas bikin minuman hangat. Kalo rezeki banyak sesekali buat susu, dan almost eberyday teh yang jadi andalan. Nah..dalam beberapa hari ini ada aktivitas baru yang sangat jarang gw lakuin..sholat..hikhikhik..pengen ketawa kalo nyeritain awal gw tahajud. Sampe tidur dan lupa kalo sedang sholat..sampe akhirnya sinar pagi masuk menghangatkan badan. Lupa deh....

Pagi ini..dan pagi pagi yang lain terasa sangat special...ada kekuatan di sana..yang gw sendiri ga' tahu apa?Cuma merenung sebentar tanpa suara sedikitpun...tenang banget...entah darimana tiba-tiba ada ruh yang menguatkan hati untuk tetap tersenyum dan nyaman banget. Sampe akhirnya azan shubuh pun bersahutan antar masjid disekitar rumah yang menentramkan hati. Ah pagi memang menyenangkan...

Wednesday, June 15, 2005

Minus Satu..!!!

Wah..gara-gara keceplosan ngomong bintang kelahiran. Akhirnya gw mesti mengalami naas hari ini. Asli..nyesel banget! Awalnya gw kepengen orang lain ga' perlu tahu tentang tgl lahir...tapi emang udah nasib. Akhirnya gw, mesti mengalami hal konyol hari ini. Biasa dikerjain rekan sekantor...padahal gw udah wanti-wanti dari awal mengenai rencana 'jahat' mereka yang udah menjadi tradisi..siram-siraman air gitu..entah air minum, kopi, teh, susu, jus,..pokoke yang serba ada airnya. Weleh-weleh....tukang jahil tetep aja jahil ga' bisa di ganti....Asli dendam kesumat mesti dibayarkan lain waktu ke orang yang ngerayain hari lahir. Otomatis..gw pikir semua orang sudah di database.

Tapi, minus satu hari bunQ!!Bukannya besok gw ultah..mereka ga' peduli..otomatis si Jail Topik jadi salah satu pemeran utama termasuk Bos gw yang support. Ah...gw sekarang lagi persiapan untuk menghadapi besok....

Monday, June 13, 2005

Temen lama jadi inget lagi

Selepas maghrib...suasana sekitar rumah sangat sepi. Tumben? Biasanya akan ada beberapa orang yang berkumpul di pojokan jalan. Entahlah apa yang mereka bicarakan, tapi sudah lazimnya begitu. Bahkan kalau ada waktu senggang, gw biasanya ikutan nimbrung. Ya..sekedar bersosialisasi. Jangan sampai saya tidak mengenal satupun dari tentangga gw. Menyenangkan sih kalau sudah berkumpul bersama mereka. Walaupun gw tahu hanya obrolan kecil namun sungguh obrolan itu membuat kami jadi satu. He..he...

Tapi malam ini kok sepi? Apa karena cuaca malam yang sangat sayu...he..he..Tapi asli malam ini gw ngerasa sepi banget. Nggak tahu mau ngapain. Paling Mas Hake yang ngajakin makan di luar tapi itu juga nggak aku gubris. Males!!!Lagian cuma makan ayam melulu...kok jadi ngebosenin begitu.

Akhirnya gw putusin untuk coba dengerin beberapa cd yang sudah lama ga' gw putar. Lumayan merawat koleksi jangan sampai corrupt. Mahal kan waktu belinya. Nah..pas waktu bersiin Audio CD, ternyata ada CD Degung Sunda lama. Wah..jadi inget waktu ngeburu nih CD di Pasar Baru, Bandung bareng Aa' Jam. Dia yang maksain gw untuk dengerin musik instrumen khas sunda itu..katanya buat bantu gw konsentrasi belajar. Gw ga' bisa nolak dong pemberian orang...tapi sekarang kemana ya Aa'...putus kontak nih. Nyesel juga waktu dia ngundang walimah..ga' dateng. Jauh sih di Garut. Apalagi waktu itu kan masih bokek...he...he..Ah..dunia ini kan kecil..Insya Allah ketemu lagi..Gw selalu Yakin akan hal itu, asalkan gw selalu inget akan kebaikan orang.

Nah..pas lagi nikmatin suara angklung dari Kang Darso..tiba-tiba gw jadi inget sama sohib SMP gw yang sekarang kabarnya ada di bandung juga.Lucu juga gw ga' tahu pasti kemana si Erwandie pergi. Tahu-tahu pas maen kerumahnya waktu SMA, ternyata dia sekolah di SMU N 5 bandung. Terkejut pasti..karena itu jauh banget dari cita-cita dia yang mau nerusin ke Magelang.

Ah erwandie..jadi inget sama kekonyolan khas ABG yang kita buat dulu jaman celana pendek biru. Belajar naek motor bareng sambil ngumpet takut ketahuan ama Bapakmu yang super galak atau omelan nyokap loe yang ga' ketulungan cerewetnya minta ampun. Tapi tetep aja ga' ngaruh...he..he...kemana ya sekarang erwandie?

Sunday, June 12, 2005

Jamie Cullum and Me!


jamie
Originally uploaded by Asril Wardani.

Jamie Cullum and Me!
fren, seharian kemaren Palembang sangat 'cool'/Adem dah! Hujan tampaknya mengiasi langit dengan sendu. Dan tahu sendiri kalo udah bawaan dingin seperti itu, biasanya gw banyak mengurung diri di kamar. Kebetulan memang lagi males keluar. Jimmie Cullum lagi baek-baeknya nemenin gw dengan Singing In The Rain-nya....oke banget khan? Jazzy bro..sangat melankolis banget pokoke seharian gw ngerasa great feeling.

Yeah...Ada beberapa sobat gw yang akhirnya ikutan gabung. Walaupun hanya lewat HaPe..sangat kental banget nuansa reuni-nya. Iqbal, Jakfar, & Lukman yang akhirnya setia ngobrolin tentang The Actual Behaviour of US!!!...Seruuuuuuuuuuuuuu banget!

Dan Si Jamie masih terus melaju dengan TwentySomething-nya yang sangat khas. Suaranya itu..buener-buener berat khas babe-babe..but cool man. Gw jadi inget saat pertama kenal dengan Jamie di JakJazz taon lalu...dia ga' datang sih. Tapi si Iqbal yang dengan secara 'paksa' berusaha buat ngenalin dengan irama acid jazz-nya...wah asli gw langsung naksir sama genre ini.

Beberapa lagu yang tadinya gw ga' apal...sekarang di luar kepala. Sebut aja All At Sea yang bikin gw inget sama Anyer..he..he...ada lagu yang paling oke..yaitu Singing In The Rain....klop dah

Saturday, June 04, 2005

My Chummy

"Well, pada kemana aja sih eloe?" Kira-kira begitu kalimat pembuka dari sohib gw yang udah luamma banget ga' telponan. Kaget lah..pas lagi mau tidur jam 11.41 smalem..si Baracude akhirnya berbunyi. Sebel..tentu saja! Ini orang ga' sadar diri apa ganggu orang yang mau istirahat?

Wuih.. tengkyu Bongsot..gw seneng banget akhirnya semalem elu telponin gw. Kangen tentu saja..udah hampir setaon ga' ketemu. Sayang banget...lu salah tanggal mo' bikin surprise ultah gw..heueh..he..he...

Pokoke..elu sohib sejati gw dah!!! Tengkyu..........

ANJRIT!!!Lupa Password

Udah hampir sebulan lebih..gw ngutak-atik pw di myblog. Tapi kok ga' masuk-masuk. Salah melulu..Wah bete banget ga' sih. Sudah gitu banyak banget ide yang pengen gw tulis di blog. Sayang kan akhirnya banyak yang lupa...ah bener-bener nyebelin.

Pagi-pagi entah dari mana idenya. Lekas pas sholat shubuh dan lari pagi..tiba-tiba "jreng" password yang selama ini gw cari-cari ketemu> Wuiih...seneng banget...

Sunday, April 17, 2005

saya sedang futur

saya ini sedang futur...
terbukti dengan ogah-ogahan datang ke
pengajian tiap pekan.
Dengan alasan klasik, kuliah lah, lelah lah,
kerja lah, sibuk lah, inilah itulah

saya ini sedang futur...
jarang baca buku tentang islam, lagi demen
baca koran.
dulu tilawah tidak pernah ketinggalan,
sekarang satu lembar udeh lumayan.
tilawah sudah tidak berkesan, nonton layar
emas ketagihan.

saya ini sedang futur..
mulai malas solat malam, jarang bertafakur.
ba'da subuh, kanan kirir salam lantas
kembali mendengkur.
apalagi waktu libur sampai menjelang
dzuhur.

saya ini sedang futur...
lihat perut semakin buncit, karena junk food
dan pangsit.
kalo infaq mulai sedikit dan mulai pelit.
apalagi shoum sunnah, perut rasanya ogah.

saya ini sedang futur...
tak lagi pandai bersyukur, senang disanjung
dikritik murung.
saya ini sedang futur...
malas ngurusin dakwah, rajin bikin ortu
marah.
sedikit sekali muhasabbah, seringkali
mengghibah.
ya........saya memang futur.

Mengapa Futur??????

Mengapa tidak ada satu ikhwah pun yg
menegur dan menghibur?
kenapa batas-batas mulai mengendur?
kepura-puraan, basa-basi dan kekakuan
subur
kenapa diantara kita sudah tidak jujur?
kenapa ukhuwah diantara kita sudah mulai
luntur?
kenapa diantara kita hanya pandai berfutur?
Ya Allah.....berilah hamba-Mu ini pelipur
Agar saya tidak semakin futur.
Apalagi sampai tersungkur.

ente tau ane lagi futur
sedikit zikir, banyakan tidur, belajar ngawur, IP
pun hancur, shohib2 kagak ada yang negur.

ente tau ane lagi futur
hati beku otak ngelantur, mikirin orang
sedulur,diri sendiri kagak pernah ngukur

ente taulah ane sekarang
seneng duduk di kursi goyang perut kenyang
hati melayang.
mulut sibuk ngomongin orang, aib sendiri
gak kebayang.

ente tau ane begal
bangun malam sering ditinggal, otak bebal
banyak menghayal, udeh lupa yang namanya
ajal.

ente tau ane begini
udah sok tau seneng dipuji, ngomong sok
suci kayak murobi, kagak ngaca diri sendiri.

ente tau ane gegabah
petantang petenteng merasa gagah
diri ngaku2 ikhwah kalo mau muhasabbah
diri ini gak beda sama sampah

ente tau ane sekarang
udah kalah di medan perang, ane pengen
pulang kandang, ke tempat dulu ane datang.

NB :

Buat semua saudaraku....
kunjungilah saudara mu tengoklah dia
barang sebentar.
mungkin keimanannya sedang berada di
ujung tanduk.
mungkin keimanannya sedang dipertaruhkan
raihlah dia......rengkuhlah dia......
ajaklah dia bersama melihat terbitnya fajar
kebangkitan Islam
Ajaklah dia bersama menuju cinta-NYA
menuju surga-NYA, menuju ampunan-NYA
janganlah sibuk dengan diri sendiri, pedulilah
dengan sekelilingmu.
pedulilah dengan mereka yang mengharap
datangnya secercah cahaya.
jadilah orang bermanfaatuntuk orang-orang
di sekitar mu.

Tuesday, March 15, 2005

wanita hijab dan tema pernikahan

Ada waktu untuk memulai sesuatu..dan itu terkait dengan rencana yang kita buat sebelumnya. Apakah rencana itu akan berhasil atau tidak? Semuanya tergantung dengan kemauan kita untuk memulai rencana itu. Kadang-kadang kita ga' bisa menentukan suatu rencana itu harus kita lakukan atau sama sekali menjadi sebuah rencana belaka..

Banyak hal yang mempengaruhi untuk memulai rencana menjadi kenyataan. Mungkin saja terkait dengan kesiapan dalam menyusun rencana yang benar-benar matang dan dapat diuji kelayakan untuk berhasil. Atau jangan, bisa membuat segala hal yang semula bukan rencana menjadi rencana dengan bertindak nekat. Berarti sama sekali dengan memotong semua jalur rantai pikiran yang panjang. Otomatis semuanya ditempuh dengan menghadapi segala macam halangan selama 'action' dibuat sepanjang jalan.

hijab
Originally uploaded by Asril Wardani.


Belakangan saya mulai memikirkan suatu rencana yang kadang-kadang saya anggap aneh tapi ga' juga! Maksud saya begini..apakah semua episode kehidupan yang saya jalani sekarang mesti saya ubah lagi skenarionya. Saya sendiri bingung..? Temanya adalah seputar pernikahan. Ya..saya terpaksa bahkan dipaksa untuk memikirkan tema itu.

Awalnya saya berniat sekali untuk saat ini hingga beberapa tahun lagi. Saya estimasi mungkin sekitar 2 - 3 tahun lagi. Saya akan full concentrated di pekerjaan. Tanpa terpengaruh dengan isu seputar pernikahan yang bagi saya terlalu rumit dan sangat sukar untuk saya jangkau saat ini.

Nah..tema itu rupanya dibaca oleh rekan saya. Kebetulan saat ini dia tengah mempersiapkan acara walimahannya dengan prosesi cara religi yang saya akui itu hal yang paling saya suka. Jauh dari maksiat..begitu alasan simpelnya.

Terus terang saya sangat kagum dengan banyak wanita yang berhijab menutup auratnya. Bahkan ada beberapa wanita yang saya temui membuat saya terpikat..tapi nanti dulu..untuk jatuh hati saya masih mikir dua kali..saya sangat mengagumi mereka. Anggun dan sangat bersahaja...begitulah kira-kira gambaran saya tentang mereka.

Terlebih saat ini saya sudah melihat kemajuan yang teramat sangat dengan kehadiran wanita-wanita berhijab di tengah pergulatan bisnis dan dunia eksekutif yang sangat majemuk dan dinamis. Saya lihat eksistensi mereka sudah menunjukkan kelas yang sangat terhormat dengan berbagai macam style dan performance yang menawan. Banyak saya kagumi dengan mereka dan untuk memilih salah satu dari mereka. Mungkin masih jauh..saya sendiri masih jauh dari perbuatan-perbuatan yang dapat membuat saya mendapatkan mereka..he..he...

Banyak hal yang rekan saya lakukan untuk membuat saya enggan mengomentari setiap ucapannya, membalas SMS atau e-mailnya, terkadang saya enggan menemuinya saat dia bersilaturrahmi ke rumah. Entahlah kedatangannya bagi saya adalah preseden buruk..ha..ha.. karena ga' jauh dari obrolan seputar pernikahan.

Ga' berani dan nyali kecil? Begitu setiap kali dia berkomentar ketika saya tolak secara halus dengan bahasa yang saya sendiri bingung mencari alasan yang tepat untuk menyakinkannya kalo saya memang ga' benar-benar tertarik untuk segera menikah dalam waktu dekat.

Banyak hal yang membuat saya agak ragu untuk memulai suatu hubungan sakral tersebut. Paling ga' saya hanya menjalani hari dengan apa yang terjadi pada hari itu. Selebihnya saya enggan memikirkan sesuatu yang sudah teramat lampau bahkan jauh untuk digapai. Saya suka menghabiskan hari dengan segala hal yang terjadi pada hari ini tanpa kompromi dengan hal masa lalu atau masa depan. Dan saya yakin jika hari ini saya isi dengan hal-hal yang positif dan penuh progresivitas, kedepannya saya akan mengalami hari-hari yang jauh lebih baik. Jadi masalah pernikahan bagaimana..??
Saya belum punya jawabannya..titik!!

Friday, March 11, 2005

sepi


sepi
Originally uploaded by Asril Wardani.

sudah lama banget ga' nulis blog ini. Kadang-kadang mikir sendiri, hal apa yang pengen dishare. Rupanya penyakit budaya procrastinate atau menunda-nunda pekerjaan (seperti yg dibilang mas Zul)tengah melanda saya. Entahlah ini mungkin pengaruh kejenuhan yang belakangan hari ini terus saja terjadi di kantor.

Apa ya solusinya? Mungkin sekedar cari refreshing ke tempat-tempat yang bikin saya agak tenang bisa membantu. Jum'at kemaren kebetulan hari Nyepi..dan itu artinya saya bisa meluangkan waktu untuk sedikit rileks dan santai. Seharian saya berada di rumah, justru sangat ga' mengenakkan. Makanya saya putuskan untuk cari tempat dimana saya bisa bercengkrama dengan siapa saja. Baik yang saya kenal maupun tidak....

Mestinya banyak hal yang bisa saya ciptakan untuk membuat manja diri ini. Tapi semangat untuk itu kendur ketika saya melihat banyak sekali tempat tongkrongan yang ga' berfungsi di Palembang. Akhirnya saya coba datangi salah satu tepian sungai musi. Tepatnya didaerah Jl. KiGede Ing Suro. Sebuah kawasan tua tepat dipusat kota dan sangat tidak teratur kawasan itu dengan banyaknya bangunan tua yang jauh dari kesan terawat.

Saya merasakan kesepian yang teramat sangat. Butuh temen yang bisa memberikan suatu pengalaman yang bagus dan bisa dikenang. Paling ga' bisa membunuh rasa jenuh yang saat ini pusing saya mengalaminya...Kadangkala memang kesepian menjadi suatu hal yang ngga' bisa kita tolak..tergantung kita bagaimana caranya untuk membunuh rasa sepi itu...seperti saya yang saat ini tengah menikmati hembusan angin di sebuah tepian sungai musi yang jauh dari keramaian...

Dari sana saya coba melihat jembatan Ampera dari kejauhan..ditemani oleh sedikit suara anak-anak kecil yang tengah mandi di sebuah tongkang kayu yang hampir lapuk..dan juga suara khas perahu ketek..saya berdiri dan terdiam disana sampai beberapa saat. Menikmati hempasan angin dan akhirnya saya pun harus menuntaskan semua ini saat Azan Ashar tedengar dari seberang sungai..suara itu indah sekali terdengar.

Selepas sholat disebuah masjid kecil masih dikawasan yang sama bersama tiga orang jamaah yang kesemuanya sudah dimakan umur. Saya pun meneruskan perjalanan menyusuri kawasan ini. Terasa sekali, aroma budaya post modernisme ditengah kultur urbanisasi yang saat ini melanda kawasan kota. Suara-suara musik yang keras dari setiap bilik rumah yang rapat, dan juga kultur tradisional dengan aksen yang sulit saya mengerti.

Saya pun akhirnya harus menuntaskan semuanya dan saya merasakan suasana kota sore ini begitu lengang. Jalan-jalan yang biasanya sangat ramai, terlihat hanya beberapa kendaraan dan opelet yang masih berusaha mencari calon penumpang. Kemungkinan besar saat ini para remaja di kota yang berpenduduk hampir 2 juta tengah asyik menonotn konser Peterpan. Salah satu grup band idola Indonesia yang tengah meroket karirnya.

Maunya tadi pagi saya kepengen juga ikut nonton. Kebetulan Dodi yang sejak semalem ngontak terus untuk pergi nemenin dia. Tapi bawaan males akhirnya harus diputuskan untuk ga' ikut. Walaupun berat juga ngeliat Sahabat saya itu kecewa saat saya telpon dia sekitar jam 10 pagi. Tapi sudahlah toh akhirnya dia mendapat temen lain untuk sekedar melihat Ariel CS bernyanyi...

Ga' ada tujuan lain akhirnya setelah berkeliling kota...coba-coba untuk ke Cineplex..wah ini yang kesekian kali saya berada di Gedung Bioskop yang cukup Representative buat menyaksikan film-film yang saya suka. Kebetulan ada film baru produksi lokal bertajuk "Banyu Biru" yang diperankan Tora Sudiro...Mudah-mudahan menghibur dalam hati saya berharap.

Selama awal pertunjukan saya sangat menikmati kisah retorik yang dipaparkan oleh pemeran utamanya si Banyu..namun kecendrungan untuk cepet bosan akhirnya bener-bener melanda..saya kurang begitu suka saat klimaks film ini. Terkesan sangat datar dan kurang greget.Walaupun saya akui sangat suka dengan tema yang disajikan mengenai konflik komunikasi Ayah dan Anak sehingga ada range waktu yang membuat mereka akhirnya memutuskan untuk bertemu. Namun tema solusi ga' ada pada akhirnya... Ya itulah masalah film kita yang baru mulai berekspresi kembali..

Pulangnya saya merasa kesepian lagi..ga' ada temen yang bisa saya ajak kompromi. Ya..paling ga' sekedar saring pengalaman atau cerita apa saja...kemana ya..mending tidur aja dah..sembari berharap besok pagi ada hal baru yang bisa saya lakukan.

Winner vs Loser

The Winner is always part of the answer;
The Loser is always part of the problem.

The Winner is always has a program;
The Loser always has an excuse.

The Winner says,"Let me do it for you;
The Loser says;" That is not my job."

The Winner sees an answer for every problem;
The Loser sees a problem for every answer.

The Winner says," It may be difficult but it is possible";
The Loser says,"It may be possible but it is too difficult."

When a Winner makes a mistake, he says," I was wrong";
When a Loser makes a mistake, he says," It wasn't my fault."

A Winner makes commitments;
A Loser makes promises.

Winners have dreams;
Loser have schemes.

Winners say," I must do something";
Losers say,"Something must be done."

Winners are a part of the team;
Losers are apart from the team.

Winners see the gain;
Losers see the pain.

Winners see possibilities;
Losers see problems.

Winners believe in win/win; Losers believe for them to win someone has to lose.

Winners see the potential;
Losers see the past.

Winners are like a thermostat;
Losers are like thermometers.

Winners choose what they say;
Losers say what they choose.

Winners use hard arguments but soft words;
Losers use soft arguments but hard words.

Winners stand firm on values but compromise on petty things;
Losers stand firm on petty things but compromise on values.

Winners follow the philosophy of empathy: "Don't do to others what you would, not want them to do to you";
Losers follow the philosophy, "Do it to others before they do it to you."

Winners make it happen;
Losers let it happen. (zulfikar Dharmawan)

Thursday, March 10, 2005

junkmail


junkmail
Originally uploaded by Asril Wardani.

in the recent time...sometimes i get a junkmail from the person who i hate him bfore. I dont know what caused it above. Its appear to my whole life in the past, when he tried to betrayed me for some reason that i didnt have any compromise with him personally.

i realized, its not good for me to hate somebody..but when i try myself to kick him by all the badthings that he'had made it to me i couldn't. He acts like bunglon, when he needs something he keeps our shakemind and if he doesn't he tried to ignored it.

I never to answering all his stuff comments in my Instant message..but i also give him an expalantion about the buzz stuff that make me not te replying him sooner.

Tuesday, March 08, 2005

Sesuatu yang ga' enak dan sulit


bad things
Originally uploaded by Asril Wardani.

....Siapapun orang yang anda temui, entah itu sangat menyenangkan atau sama sekali membuat anda merasa tertekan dan kecewa. Justru akan membuat anda menemukan jati diri anda yang sebenarnya. Maka cara yang ampuh untuk membuat jati diri anda terlihat sempurna adalah dengan selalu ceria menghadapi sesuatu "tersenyumlah" entah itu perasaan senang atau sedih, singkirkan iri hati dan dendam di hati, berbuatlah lebih banyak untuk menolong, dan tetaplah pada pendirian. Sampai akhirnya anda menemukan siapa Anda sebenarnya dan nikmati hidup seperti apa adanya.....

Kata sakti diatas secara ga' sengaja terbaca di Papan pengumuman Kanwil POS III Sumbagsel kemaren (8/2). Saat itu tengah menunggu giliran untuk melakukan paparan Product Knowledge Telkomsel di PT.Pos Indonesia bareng rombongan dari SQ, CAM dan Bill & Co. Daripada bengong, saya sengaja keliling sekitar ruangan lobby dan akhirnya terbacalah tulisan itu.Walau ga' persis-persis amat tapi saat pertama kali membacanya hati saya tertegun dan berulang-ulang saya baca lagi sampai akhirnya saya dapat atom dari tulisan itu.

Sudah lama ga' membaca tulisan tulisan pembangun semangat seperti itu. Lain waktu dulu masih kuliah. Paling ga' setiap minggu saya habiskan beberapa hari untuk membaca buku-buku fiksi kontemporer baik itu cerpen, novel, maupun tulisan bunga rampai biasa yang dapat saya temukan di ruang referensi perpustakaan pusat di Inderalaya.

Kalimat yang paling menggugah buat saya saat pertama kali menemukan tulisan Willys Chamroedi. Awalnya saya ga' ngeh ngeliat sampul bukunya yang jauh dari kesan ekslusif layaknya buku empowerment lainnya yang sangat luks dari sampulnya. Tapi iseng juga, dan menemukan arti baru dari sebuah kerja keras dan ketekunan...begini tulisannya; " Segala sesuatu itu kelihatannya seperti sulit untuk dilakukan. Kalaulah mudah mungkin akan sangat banyak sekali orang yang melakukannya. Padahal sesuatu yang sulit itulah akan menghasilkan sesuatu yang "HEBAT"!

Dari buku yang bagi sebagian kumuh dan jarang terjamah itulah saya mulai melakukan perubahan kecil-kecilan untuk karir kuliah saya. Dari memulai menemukan visi sampai hal-hal sepele..pokoknya setelah itu paradigma (cie..saya akhirnya memulai menggunakan kata intelek ini) kontemplasi saya untuk berhasil memuncak. Walau saya akui ada fluktuasi dalam menjalaninya kadang saya ga' begitu antusias ketika kekecewaan yang terjadi..wajar kan? Sampai akhirnya saya bangkit ketika dosen PA saya memaki didepan orang banyak saat persetujuan proyek akhir saya di Siemens. Waktu itu ngga' ada rasa sentimen sedikitpun saay beliau Yth. memaki saya dengan ribuan kata-kata umpatan dan sebagiainya....justru saya teringat dengan sikap Steven Covey..justru saya diam dan mendengarkan setiap kata yang terucap dari mulut dosen PA saya itu dengan sangat jelas dan mencatat untaian kata yang kadang-kadang saya elak dalam hati kalo ga' sesuai dengan sifat saya. Justru saya malah menikmatinya..sampai akhinya beliau diam dan hanya menatap kosong..tampaknya BEP kemarahan sudah imbas...hingga kata 'maaf' hanya itu selain ucapan salam yang keluar dari mulut saya dan berlalu dari hadapannya.

Kejadian yang mengharukan justru saya alami besoknya. Saya merinding & bingung ketika temen saya bilang kalau Beliau memanggil saya setelah kejadian kemaren. Mau ga' mau dengan sangat terpaksa saya pun segera menuju ruangannya dan pikiran bakal terulang lagi kejadian selalu mewarnai. Kalut, bimbang, dan grogi saat pertama mencoba mengetuk pintu..ga' ada jawaban..gelisah tentu saja!!

Akhirnya saya coba sekali lagi..sembari diiringi khas salam saya sebelum masuk rumah. Kaget saya..ternyata salam saya dijawab dengan sangat keras & jelas..dan ini kali pertama dia menjawab salam saya walaupun sudah beberapa kali saya melakukannya ketika menghadap beliau termasuk salam akhir saya saat kata maaf keluar kemarenpun tak digubrisnya. selama ini saya berfikiran kalau dia menjawabnya di hati.

Entah saat itu ada sesuatu yang berubah drastis dari dosen PA yang bagi saya dan rekan-rekan sangat killer. Yang Aneh, dia yang membukakan pintu dan menyuruh masuk. Aneh? Ramah sekali sikapnya dan lain dari biasanya...selesai menyuruh saya duduk kami terdiam untuk beberapa lama mungkin hampir 3 menit..waktu yang lama bukan? Kebetulan saat itu dia lagi online dan terlibat beberapa pembicaraan serius..entah dengan siapa?

Saya mengamatinya dan perasaan kalut masih sedikit mewarnai karena hanya kami berdua otomatis yang ada diruangannya. Akhirnya dia menyudahi pembicarannya..dan untuk kesekian kalinya saya terkejut atas kata pembuka yang diucapkannya...Maaf dan Terima kasih...buat apa? tanya saya kemudian ..buat sikap kamu yang tetap tak berubah dan konsisten walau banyak barrier yang ada kamu tetap santun dan gigih. Saya terima kasih atas semua itu dan banyak belajar...entahlah kemaren saya lagi kepengen aja memarahi kamu karena saya sangat butuh mahasiswa seperti kamu yang tahan terhadap ujian dan ingin sekali ada beberapa lagi seperti kamu. Saya cuma ga' kepengen aja nanti saat kamu memasuki dunia kerja, kamu ga' siap dengan berbagai macam tantangan yang lebih berat dari kemaren. Saya bangga dengan kamu...teruslah kokoh dan tegar seperti batu karang yang gak peduli dengan banyaknya hempasan dan jadilah bintang yang terus bersinar walaupun orang ga' pernah peduli dengan kamu..dan satu lagi saya approved proyek kamu...

Waktu itu saya cuma terdiam dan haru sekali..ingin rasanya memeluknya. Ternyata dibalik semua hal yang dia tunjukkan selama ini berlawanan dengan apa yang ada dihatinya dan pikirannya. Ga' ada kata yang keluar kecuali saya akhirnya tertawa bersamanya...

Sampai akhirnya saya berpetualang dengan mengingat kejadian-kejadian ga' mengenakkan saat tahun pertama kuliah bersama PA saya itu...Oh andai saja saya tahu dari awal..justru akan lebih ga' mengenakkan lagi mungkin...he..he...

Monday, February 21, 2005

Siapa orang itu?

Kadang-kadang kita gak pernah tahu, dengan siapa kita akan bertemu atau menentukan segala sesuatunya hari ini. Mulai dari memilih acara favorite TV, pakai baju kaos atau kemeja, yang warna coklat, putih, atau biru. Sarapan dulu atau langsung mandi..dan segala hal; semuanya mesti dipilih dalam satu waktu..dan itulah pilihan.Segalanya penuh resiko...mau ga' mau semuanya ada tanggungjawab..seberapapun besar kecilnya itu...kita yang menanggungnya.

Kadang juga kita ga' bisa memilih suatu pilihan dan akan sangat berat jika ternyata pilihan itu bertentangan dengan apa yang kita ingini.

Apapun itu..segalanya bermula dari sikap dan tindakan kita. Kan semuanya ada akibatnya..

Suasana jenuh dirumah ga'berarti mematikan suasana. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk membuatnya tampak lebih baik. Paling ga' ada usaha untuk menjadikan segala sesuatunya yang terlihat rumit menjadi lebih simple. Jadi inget dengan pesen Dodi...katanya begini, "segala sesuatu itu kelihatan sulit, kalaulah mudah mungkin sudah banyak orang yang melakukannya. Bukankah sesuatu yang sulit itulah yang menghasilkan sesuatu yang hebat"

Makanya, aku putuskan untuk segera keluar dari rumah..cari suasana saja diluar. Awalnya bingung mau menentukan tujuan..biar saja lah..toh nanti akan tahu juga. Awalnya kuputuskan untuk sholat Ashar dulu di Masjid Agung. Sudah lama, ga' menikmati suasana berjamaah disini. Dulu sewaktu pulang kuliah, aku sempetin untuk sekedar mampir atau istirahat di ruangan masjid yang tenang dan dingin. Banyak hal yang aku perhatikan disana....suasananya masih terasa syahdu dan bener-bener membuatku tenang.

Entahlah tiba-tiba ingin memanjakan diri berbelanja. Sayangnya sesampai di PS..kok ga' ada minat sama sekali..akhirnya cuma jalan-jalan menyusuri etalase pertokoan yang ramai memajang aneka rupa barang.

Capek didalam akhirnya kepengen juga keluar...coba cari resto yang ga' terlalu rame tapi asyik buat nongkrong. Akhirnya masuk juga kedalam Bakmi Patoz..persis didepan pintu sayap selatan PS. Lumayan asyik suasananya dengan sudut mediteranian ditambah kursi semi akustik..cocoklah buat nongkrong barang sebentar..

Nah kejadiannya baru dimulai, saat baru memulai memesan menu. Tiba-tiba ada sesuatu yang lain saat mulai melihat wajah pelayan itu. Siapa ya..akhirnya coba bertanya? Benar sekali aku pernah bertemu dengannya dalam satu peristiwa yang ga' terlalu lama berselang mungkin setahun. Tapi wajah itu persis sekali aku ingat, ga' berubah sama sekali. Dan aku masih ingat semua hal yang pernah aku lakukan dengannya walau cuma sebentar dalam suasana yang serba terburu-buru. Benar dia yang pernah secara ga' sengaja ketinggalan uang Rp. 5000 didalam angkot saat mau berhenti di depan pos pembayaran listrik. Tapi siapa dia..aku sendiri ga' tahu...

Bahasa qwerty


QWERTY
Originally uploaded by Asril Wardani.


Benar apa yang telah ku percaya sebelumnya! Ini berkaitan dengan sikap dan perbuatan kita. Segal hal yang baik dan buruk pasti akan ada efeknya. Secara langsung atau enggak. Dan mungkin semuanya akan menjadi suatu pengalaman yang pahit atau manis. Begitulah romantika hidup yang tentunya setiap orang punya andil untuk mengisi hidupnya dengan hal-hal yang dianggapnya bisa mengungkapkan apa yang ada didalam dirinya.

Weleh-weleh..belakangan aku sering banget membuat suatu tulisan yang sulit aku mengerti sendiri. Mengalir begitu saja dalam tuts-tuts qwerty..tapi itulah bahasa kemanapun dia mengalir hanyalah sebuah perumpamaan yang kita buat untuk membuat suatu pemahaman akan tingkah laku kita.

Friday, February 18, 2005

pagi yang biasa


m-cerita%20mio%20balita%20aku%20senang%20bangun%20pagi
Originally uploaded by Asril Wardani.


Kembali ke Pagi yang 'biasa'. Jam 4.30..azan subuh dari masjid tampaknya jauh lebih keras terdengar dari waktu sholat lainnya. Atau mungkin, pengaruh tidur yang kita alami membuat kita 'terhentak' dari lamunan malam..but anyway..subuh memang sebuah permulaan hidup untuk hari ini.

Suara ayam yang memang masih banyak berkeliaran dipekarangan rumahku ga'; cukup membuatku terbangun namun sungguh sangat berisik sekali..cuek aja...lima menit lagi ah..sembari meneruskan tidur yang ga' terasa nikmat..namun sulit untuk beranjak dari kasur yang bagiku sangat empuk....he..he...

Aktivitas pagi yang sangat rame..begitulah suasana rumah tiap pagi. Dimulai dari suara pintu dapur yang sangat nyaring terdengar ketika dibuka...kemudian giliran bunyi air kamar mandi...suara TV...biasa Bapakku selalu nonton Ceramah kalo pagi..ditambah dengan keributan kecil khas pagi-pagi..

Tapi aku masih tertidur disini,..membiarkan segalanya berlalu..hingga ketika bangun tak nampak lagi seorangpun ketemui...Ibu mungkin sudah pergi ke pasar yang lain mungkin sudah berangkat aktivitas, entah ke kantor, atau sekolah..yang ada hanya sendiri tanpa ada suara...

Wednesday, February 16, 2005

lega juga

Sesuatu yang sangat menakutkan itu akhirnya tidak terjadi. Ah..ternyata pikiran semalam yang selalu direkayasa itu benar-benar sirna. Semalam sehabis merapika segala agenda untuk hari ini..ada rasa was-was tentang rutinitas bulanan yang mesti saya lakukan.

Saya takut kalo data pending yang akan saya buat hari ini..gagal tereksekusi atau total salah sama sekali. Akan banyak sekali kutukan yang mampir kepada saya dari pelanggan yang terblokir. Termasuk...omelan ringan dari bos atau rekan saya..ga' terlalu pusing saya dengan sentilan itu. Toh kesalahan kan memang saya yang buat..jadi terima apa adanya saja..toh habis perkara.

Thanx God..data yang saya buat akhirnya tepat waktu..dan saya pun ga' merasa dikejar-kejar waktu. Mungkin saya sudah familiar dengan segala hal sebelumnya he..he...but mudah-mudahan complain akibat pemblokiran besok ga' nyasar dan salah alamat...amin

hari ini ternyata cukup melegakan bagi saya. Entahlah kata 'cukup melegakan' telah mewakili segala hal yang selama ini terjadi. Sori ga' punya bahan untuk cerita..jadi asal saja..kacau ya tulisannya...

Monday, February 14, 2005

success or failure


failure or success?
Originally uploaded by Asril Wardani.


All men make mistakes, but only wise men learn from their mistakes. Success is going from failure to failure without losing your enthusiasm.
--Sir Winston Churchill

One should guard against inculcating a young man with the idea that success is the aim of life, for a successful man normally receives from his peers an incomparably greater portion than the services he has been able to render them deserve. The value of a man resides in what he gives and not in what he is capable of receiving. The most important motive for study at school, at the university, and in life is the pleasure of working and thereby obtaining results which will serve the community. The most important task for our educators is to awaken and encourage these psychological forces in a young man {or woman}. Such a basis alone can lead to the joy of possessing one of the most precious assets in the world - knowledge or artistic skill.
--Albert Einstein

Many of life?s failures are people who did not realize how close they were to success when they gave up.
--Thomas Edison

I know fear is an obstacle for some people, but it is an illusion to me . . . Failure always made me try harder next time.
--Michael Jordan

(zulfikar Darmawan; zulfinho blog)

pikiran ngawur

Sudah lama ga' nulis nih blog! Kadang-kadang nyesel juga. Membiarkan moment berlalu lewat dan bias kabur ga bisa untuk diungkapkan. Afther a while, i've been thingking of my self...banyak hal baru yang terjadi.

Ini awal baru untuk menulis hal baik.
Bayangkan, ketika bertemu dengan seseorang yang mungkin sudah hampir terlupakan dalam memori kita. Bahkan untuk mengingatnya barang sedetik pun kita ga' sanggup. Tapi sesungguhnya dia pernah hadir dalam aktivitas kita. Entah dalam hal yang sangat dekat sekalipun, atau hanya perkawanan biasa. Toh,setidaknya 'dia' pernah ada. Kita ga' bisa menutupi sesuatu jika kita pernah melakukannya.

Kacau..ya? begitulah pikiranku saat ini..but aku pikir kalian pun pernah mengalami hal seperti ini.

Tadi siang entah kenapa, beberapa orang hadir dalam lintasan ingatan yang sebelumnya ga' pernah ada rencana untuk mengingatnya. Orangnya pun bukan seseorang yang sangat loyal sama kita. Tapi ada 'mystery', unpredictable buat direkayasa.

Syukurlah, beberapa diantara masih terekam dengan baik moment-moment bersamanya. Ada beberapa juga yang hilang. Lupa!

Kadang kangen dengan masa lalu...tapi ga' akan pernah bisa kita menuju kealam dimana segala hal yang kita benci jadi begitu menyenangkan. Terlebih hal-hal yang menyenangkan pasti akan lebih membahagiakan...

selamat malam buat semua orang yang pernah dan akan hadir dalam hidupku..thanx anyway buat segal hal, entah baik atau buruk dan itu enak sekali untuk dikenang.